Tentang Kami Redaksi

HAUL KE-11 PRESIDEN RI-2, PERISAI BERKARYA ADAKAN NAPAK TILAS PERJUANGAN JEND. BESAR HM. SOEHARTO

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com



Jakarta, ParlemenRakyat

Dalam memperingati Haul ke-11 mantan presiden RI-2 Jenderal Besar HM. Soeharto, ormas sayap partai berkarya Patriot Organisasi Pagar
Negeri (Perisai Berkarya) melakukan kegiatan yang di kemas dalam bentuk wisata edukasi Napak Tilas perjuangan Jenderal Besar
HM. Soeharto dalam berkiprah menjadi pemimpin di negeri ini, dari tanggal 25-29 September 2018.

Tri Joko Susilo ketua Umum Perisai Berkarya kepada wartawan mengatakan, Acara yang di kemas selama empat hari ini mengundang banyak animo masyarakat yang ingin ikut dalam agenda tersebut, pasalnya, acara
semacam ini baru pertama kali di lakukan di Indonesia dengan mengambil rute pemberangkatan dari kediaman cendana Jakarta menuju tempat
kelahiran pak Harto di kemusuk yang saat ini menjadi museum memorial Soeharto.

Dia menambahkan, perjalanan akan dilanjutkan ke Monumen Jogja Kembali (Monjali) monument museum bukti kesejarahan Perebutan kota Jogjakarta dari
tangan belanda, ujarnya, kepada media dijakarta. Senen (17/9/2018).

Setelah dari jogja perjalanan dilanjutkan ke Solo menuju Makam Astana Giribangun Matesih, disana akan di gelar ziqir dan yasinan bersama Yayasan Rintihan Doa dari Sukabumi Jawa Barat yang di pimpin oleh Abah Saepudin atau abah Cendana dengan para jamaahnya yatim-piatu dan janda duafa kurang lebih membawa jamaah 600 jamaah dari sukabumi, jum’at (28/09/2018) terang putra daerah gunung kidul ini.

Kegiatan napak tilas tersebut diharapkan dapat mengingatkan kembali dan mengenang perjalanan pejuang bangsa, memahami nilai-nilai Pancasila, serta membangkitkan ruh para pejuang agar dapat bersemayam pada diri para peserta yang ikut untuk membangun semangat kebangsaan
dan sosok kepemimpinan harapan bangsa dan negara seperti sosok
Almarhum Jend. Besar HM. Soeharto yang telah banyak berjasa kepada
bangsa Indonesia.

Ketum Perisai Berkarya yang juga akan maju menjadi calon bupati
Gunung Kidul 2020 ini, dalam kesempatannya mengatakan, kegiatan napak tilas tersebut untuk memperkenalkan, rute perjalanan perjuangan Jenderal Besar HM. Soeharto dari mulai tanah kelahirannya kemusuk hingga sampai di tempat peristirahatannya Makam Astana Giribangun Solo
Jawa Tengah.

"Apa yang kita lalui saat ini belum seberapa jika dibandingkan dengan
para pejuang kita terdahulu saat merebut Kemerdekaan seperti yang dilakukan Jenderal Besar HM. Soeharto, Pada 1 Maret 1949, ia ikut serta dalam serangan umum yang berhasil menduduki Kota Yogyakarta selama
enam jam, ungkap Joko.

Inisiatif itu muncul atas saran Sri Sultan Hamengkubuwono IX kepada Panglima Besar Soedirman bahwa Brigade X pimpinan Letkol Soeharto segera melakukan serangan umum di Yogyakarta dan menduduki kota itu selama enam jam untuk membuktikan bahwa Republik Indonesia
(RI) masih ada, tambahnya.

Rencananya napak tilas ini akan di lepas oleh Bapak Hutomo Mandala
Putra dari kediaman Cendana. Dalam arahannya beliau mengatakan, napak
tilas ini merupakan salah satu bagian dari menelusuri sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia, dan guna menanamkan nilai-nilai perjuangan untuk melawan era globalisasi yang semakin berkembang saat ini, "pungkas" Tri Joko Susilo. (Ahr)