Tentang Kami Redaksi

SOSIALISASI SISTEM E-COURT KERJA SAMA MAHKAMAH AGUNG DAN PERADI

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com



Jakarta, ParlemenRakyat

Mahkamah Agung Republik Indonesia (MARI) melalui Surat Edaran No. 8 Tahun 2018 tanggal 10 Juli 2018 telah memerintahkan seluruh Ketua Pengadilan Tinggi untuk mulai melakukan penginputan data Advokat di wilayah hukum masing-masing. Kegiatan ini dilakukan sebagai pelaksanaan dari Peraturan MARI No. 3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara di Pengadilan secara Elektronik atau juga dikenal dengan E-Court.

Guna mendapatkan pemahaman yang baik tentang aplikasi dan problematika E-Court dalam praktik Advokat sehari-hari, MARI bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Nasional PERADI hari ini melakukan sosialisasi sistem E-Court kepada para Advokat yang berlangsung pada Jumat, 20 Juli 2018, di Grand On Thamrin Hotel Pullman, Jakarta.

Sosialisasi ini sangat penting bagi advokat, karena advokat nantinya wajib mengikuti aplikasi e-court. Aplikasi e-court ini merupakan suatu sistem layanan bagi pengguna terdaftar untuk pendaftaran perkara perdata secara online, sekaligus nantinya akan mendapatkan taksiran panjar biaya perkara, pembayaran secara online dan pemanggilan yang dilakukan dengan saluran elektronik. Aplikasi e-court ini dibuat MA untuk memudahkan administrasi perkara perdata secara elektronik.

Selain itu, advokat ketika menangani perkara perdata tidak perlu lagi datang ke Pengadilan untuk mendaftar, tetapi cukup melalui e-filling. Sehingga, mempersempit adanya interaksi langsung antara advokat dan pegawai pengadilan.

Menurut Ketua Umum DPN Peradi Juniver Girsang, sistem aplikasi e-court ini merupakan kemajuan fenomenal dari Mahkamah Agung dalam memenuhi asas peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan.

Dengan adanya aplikasi e-court ini, keluhan masyarakat pencari keadilan maupun advokat disebabkan lambat dan bertele-telenya proses beracara di pengadilan, menjadi terjawab. Karena dengan sistem e-court ini, prosesnya menjadi lebih cepat, lebih transparan dalam arti telah ditentukan biaya yang pasti, dan lebih efektif dan efisien. Oleh karenanya, Peradi sangat mendukung sepenuhnya sistem aplikasi e-court ini.

Juniver juga menjelaskan, dengan berlakunya e-court ini tidak ada lagi advokat liar, oleh karena profil advokat sudah terdata secara tertib, masuk dalam aplikasi dan sudah diverifikasi data-datanya oleh Pengadilan dan Mahkamah Agung.

Karena itu, Peradi berterima kasih kepada Mahkamah Agung yang telah bersedia bekerja sama untuk melakukan sosialisasi sistem e-court.

Sebagai upaya sosialisasi kepada masyarakat, khususnya para advokat, maka Peradi di bawah kepemimpinan Juniver Girsang mengajak seluruh advokat tanpa memandang organisasinya untuk mengikuti sosialisasi ini. Acara ini bisa dihadiri oleh advokat lintas organisasi. "Yang penting dia adalab advokat.” tutup Juniver Girsang. (Ahr)