Tentang Kami Redaksi

Ali Mahsun: Jokowi Bisa Rontok Bila Ada Menteri Yang Mundur

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Jakarta, ParlemenRakyat

Dinamika politik paska Pilkada Serentak 2018 semakin ekskalatif dan menggelinding dengan cepat laksana bola salju. Sebagai triger utama adalah rontoknya pundi-pundi suara dua poros besar Pilpres RI 2019, Poros Jokowi (PDIP) dan Poros Prabowo Subiyanto (Gerindra). Manuver politik pun gencar dilakukan bukan saja oleh Para Ketua Umum Parpol, juga dilakukan Bacapres Rizal Ramli.

Bahkan manuver Wapres RI Jusuf Kalla yang melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Demokrat SBY hentakkan ekskalasi politik Pilpres RI 2019. Adalah wajar jika saat ini dan ke depan terjadi kocok ulang Bursa Capres dan Cawapres Pilpres 2019, kata Dr. Ali Mahsun, kepada kontributor parlemenrakyat melalui Chatingan WA, Jakarta, Kamis 5 Juli 2018.

"Rakyat itu identikkan Jokowi dengan PDIP dan Prabowo Subiyanto dengan Gerindra. Hasil Pilkada Serentak 2018 menjadi adrenalin yang memicu dinamika politik Pilpres RI 2019 semakin ekskalatif. Kocok ulang bursa Capres dan Cawapres Pilpres RI 2019 tengah terjadi. Situasi ini sangat merugikan Jokowi dan Prabowo Subiyanto", ujar Ali Putra Asli Mojokerto Jawa Timur yang juga Pemimpin Besar Revolusi Kaki Lima Indonesia.

Ali menambahkan, apa yang disampaikan oleh Ketua Staf Ahli Wapres RI Sofjan Wanandi (Rabu 4/7/2018) bahwa akan ada menteri yang mundur ditengah kurs USD terus melesat yang saat ini sudah tembus Rp 14.600 per USD bahkan belanja di amazon.com Rp 15.2016 per USD. Bisa menjadi sebuah gambaran adanya keretakan rezim Jokowi-JK walau isu akan mundurnya beberapa menteri hari ini (Kamis 5 Juli 2018) dibantah Juru Bicara Presiden Johan Budi.

Kalau hal tersebut jadi kenyataan bisa membahayakan Pencapresan Jokowi. Bahkan Jokowi bisa batal jadi Capres. Lebih dari itu, bisa sebabkan kurs USD meroket bahkan bisa tembus Rp 18.000 per USD dan bisa sebagai ancaman besar eksistensi rezim Jokowi-JK, pungkas Dokter Ali Ahli Pertahanan Tubuh Jebolan FK Unibraw dan FK UI Jakarta.

Dengan alasan sudah "mentok" dan akan Nyaleg DPR RI, beberapa menteri (sekitar 3-5 orang) akan mundur dari Kabinet Kerja Jokowi-JK. Apapun alasannya tentunya bisa jadi ancaman besar bagi keberlanjutan pemerintahan Jokowi-JK bahkan bisa senasib dengan Rezim Soeharto tatkala Ginajar Kartasasmita dan beberapa menteri mengundurkan diri dari Kabinet Pembangunan VII, "tutup" nya. (Ahr)