Tentang Kami Redaksi

Ribuan Seniman Indonesia Akan Ramaikan Pembukaan Asian Games 2018

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Ribuan Seniman Indonesia Akan Ramaikan Pembukaan Asian Games 2018

Jakarta, Parlemen Rakyat

Upacara Pembukaan Asian Games 2018 merupakan sebuah acara yang dinanti oleh jutaan masyarakat Indonesia. Seperti multi event olahraga internasional Iainnya, upacara pembukaan menjadi ajang unjuk kekayaan budaya yang dimiliki oleh tuan rumah. Oleh karena itu, Panitia Pelaksana Asian Games 2018 akan melibatkan ribuan Seniman Indonesia baik dari penari, musisi dan perupa pada upacara pembukaan yang rencananya dihadiri juga oleh puluhan tamu Negara.

Herty Purba, Direktur Pembukaan dan Penutupan Asian Games 2018, menjelaskan bahwa putra putri terbaik bangsa ini terpilih menjadi mitra penyelenggaraan Asian Games, bahkan sekitar 90% dari total mitra khusus untuk opening ceremony saja berasal dari dalam negeri. “lni momen kita untuk maju. Mulai dari Wishnutama kita tunjuk sebagai Creative Director seremoni, sampai Eko Supriyanto yang jadi koreografer Madonna dalam tim,” ucap Herty.

Adapun "Pihak pihak yang terlibat berikut ini adalah: Jumlah Pengisi Acara 5500, Jumlah Musisi 141, Jumlah Perusahaan Local 78, Jumlah Perusahaan International 20, Jumlah Pekerja Local 424 Orang, Jumlah Pekerja International 233 Orang," kata Herty dalam siaran perd di Kantor Pusat Panitia, Wisma Serbaguna, Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu 27 Mei 2018.

Wishnutama, Creative Director upacara pembukaan mengatakan bahwa dirinya sebagai anak bangsa sangat bangga dipercaya menjadi salah satu yang terlibat dalam pelaksanaan event akbar ini dan merupakan kesempatan luar biasa yang amat jarang terjadi.

Selain Wishnutama dan Eko Supriyanto, talenta lain yang akan menyemarakkan upacara pembukaan ada Denny Malik yang juga berpartisipasi sebagai koreografer, Addie MS dan Ronald Steven dari sisi musik, perancang busana Rinaldi Yunardi dan Dynand Fariz hingga maestro seni rupa indonesia, Sunaryo.

Terkait penggunaan jasa mitra Asing, Herty menjelaskan bahwa para konsultan tersebut kami gandeng karena pengalaman mereka berkarya di Olimpiade yang lalu. ”Kita ajak mereka kesini karena pengalaman teruji, plus untuk transfer ilmu ke orang Indonesia dong. Ke depannya, kalau bisa kita Iah yang jadi tenaga ahli terbaik di benua Asia,” tambah Herty. la juga menjelaskan bahwa hanya teknologi dan sistem canggih saja yang menggunakan jasa dari mitra luar negeri.(Ahr)