Tentang Kami Redaksi

DEELNEMING CENTURY MENGUNGKAP TERSANGKA BARU

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Jakarta, Parlemen Rakyat

Bulan ini Indonesia dikejutkankan dengan adanya berita pengadilan negeri Jakarta Selatan yang memerintahkan Budiono, mantan Wakil Presiden RI (2009-2014), dijadikan tersangka oleh KPK, bersama Budi Mulyawan dan Raden Pardede.

Dalam Diskusi yang digelar oleh Institute Soekarno Hatta dan Sabang Merauke Circle (SMC), membahas "Setelah Budiono Tersangka, Siapa Berikutnya?" hadir Narasumber diantaranya: Chandra Tirta Wijaya (eks Pansus Century Gate), Dr. Ferry Juliantono (Wakil Ketua Umum P. Gerindra), Moh. Misbakum (eks Panwas "Century Gate"), Dr. Herdi Sahrasad (Wartawan Senior), Djoko Edhi Abdurrahman (Mantan Anggota DPR RI), Andrianto (Humanika), Dr. Dina Nurul Fitria (ekonom), Dr. Syahganda Nainggolan (SMC), dan Hatta Taliwang. Di Lounge 7, Lt7, Hotel Century, Jakarta, Senin, (16/04/2018).

Sebagai pembuka sekaligus pengantar diskusi, Hatta Taliwang menyampaikan, dengan adanya tersangka baru Budiono, ini merupakan contoh baik buat Indonesia sebagai negara demokrasi. Meskipun sedikit terlambat dibanding negara negara lainnya, seperti Prancis dengan pentersangkaan eks presiden Syarkozi, Brazil eks presiden Lula dan Korea Selatan, eks Presiden Park Geun Hye. Semua elit negata dalam demokrasi di ketiga negara di atas dijadikan tersangka dengan skandal korupsi dan pemilu. Khusus Syarkozi, selain korupsi, tersangka menerima dana teroris dari Libya untuk memenangkan Pilpres.

Wajah lembut, Budiono dan ketua KKSK 2008, Dr. Sri Mulyani Indrawati, hampir sepuluh tahun lalu itu benar2 "berwajah suci", berusaha meyakinkan rakyat dengan pandangan2 mereka sebagai ekonom kelas dunia, bahwa penyelamatan Bank Century itu adalah kebijakan yang benar, tepat dan baik. Hal itu dilakukan untuk menghindari hancurnya perbankan kita karena kasus bank century berdampak sistemik, " ujar " Hatta.

Sementara Djoko Edhi S Abdurrahman, Advokat Wasek Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama, PBNU memaparkan, Deelneming (ikut serta jadi penjahat). Artinya ikut serta dalam kejahatan bailout Bank Century. Deelneming menjadi postulat utama yang mendasari putusan Majelis Hakim PN Jaksel dalam memerintahkan KPK untuk mentersangkakan mantan Wapres Boediono, Asisten Menko Ekuin Raja Pardede, etcera. Pintu masuk putusan itu gugatan MAKI.

lebih lanjut Djoko Edhi menjelaskan, ada 5 orang petinggi keuangan pada rezim SBY yang kudu ditersangkakan dalam rangka menghukum penjahat bailout Bank Century yang merugikan keuangan negara Rp 6,7 triliun.

Ia juga mengatakan, Budi Mulya, anggota KKSK, yang divonis 10 tahun penjara, telah membuat status nama nama tadi jadi Deelneming. Tapi tak ditersangkakan oleh KPK. Jelas KPK salah, ikut membelokkan hukum pula: pelaku penyertaan terbukti, tapi tak didakwa. "Di antara Deelneming, ada nama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Presiden SBY" ujar Djoko Edi, dalam paparannya di Hotel Century.

Ia juga menyebutkan bahwa, Perpu FPJP, dua kali ditolak DPR. Tapi pemerintah ngotot. Jalan sendiri tanpa izin dari DPR. Dan, terjadilah semuanya. Angka yang diminta Sri Mulyani Rp 670.000.000.000 (670 miliar) telah digelembungkan menjadi Rp 6.7 triliun. Jelas korupsinya! Sri Mulyani sudah menghitung kebutuhan Rp 670 miliar, digelembungkan jadi Rp 6,7 triliun dengan retorika krismon Amerika Serikat yang bohong bohongan mampir hebat ke Indonesia, "pungkas" Djoko Edhi. (Ahr)