Tentang Kami Redaksi

DEKLARASI: ISYEF AKAN WUJUDKAN 1 MASJID, 1 KOMUNITAS, 1 USAHA

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Jakarta, Parlemen Rakyat.

Sebanyak 106 organisasi remaja masjid dan komunitas pemuda Islam dari berbagai kota mendeklarasikan berdirinya Indonesia Islamic Youth Economic Forum, disingkat ISYEF. Deklarasi dibarengi dengan diskusi panel bertajuk “Awakening The Power of Economic From Masjid” yang digelar Minggu (15/4/2017) di gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Ketua panitia dr. M Atras Mafazi, MM mengatakan, ISYEF dibentuk dari semangat anak-anak muda untuk menghidupkan kembali peran masjid seperti di zaman Rasulullah saw. Menurutnya, di masa Rasulullah saw, masjid tidak hanya digunakan untuk ibadah, namun juga menjadi pusat aktivitas sosial dan ekonomi. "ISYEF dibentuk oleh para pemuda yang ingin menghidupkan masjid. Kami percaya slogan “1 Masjid, 1 Komumtas, 1 Usaha” akan terwujud dengan upaya bersama dari berbagai pihak,” ujar Atras.

Hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Wakapolri Komjen Syafruddin yang menjabat Wakil Ketua DMI. Selain itu, hadir juga Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Ketua Umum BPP I-IIPMI Bahlil Lahadalia sebagai pembicara, juga hadir Ust. Muhammad Jazir dari Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, yang mengulas success story pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid.

Atras melanjutkan, masjid dan anak muda punya potensi besar untuk digerakkan untuk memiliki lini usaha produktif. Sebagaimana disampaikan Ketua DMI Jusuf Kalla, data terakhir menunjukkan, Indonesia memiliki lebih dari 800 ribu masjid. Jika 1 persennya saja, 8000 masjid, memiliki lini usaha produktif, akan berdampak besar bagi kesejahteraan umat di sekitar masjid.

Untuk sampai ke sana, menurut Atras, pengelolaan masjid saat ini perlu direvitalisasi. Anak anak muda perlu diberi insentif kegiatan sosial dan ekonomi berbasis masjid. Mereka perlu diberi kepercayaan untuk mengelola masjid agar memiliki manfaat sosial dan ekonomi.

Atras melanjutkan, ada tiga peran yang akan dijalankan oleh ISYEF. Pertama, menjadi inkubator, yaitu membangun ekosistem usaha rintisan berbasis masjid. Di tahap ini, ISYEF akan mendorong 106 komunitas yang telah tergabung untuk menyusun ide bisnis bagi komunitasnya. Kemudian dibantu oleh tim ahli, ISYEF akan memilih usulan usulan terbaik. Ide bisnis yang terpilih akan mendapatkan pembinaan dan pembiayaan hingga betul betul siap menjalankan usaha.

Kedua, ISYEF akan mengembangkan jejaring dakwah ekonomi masjid hingga ke seluruh Indonesia. ISYEF akan berupaya memperkuat organisasi pemuda masjid yang telah ada di berbagai daerah untuk membentuk lini usaha produktif. Selain itu juga membentuk konsorsium antar masjid untuk membangun lini usaha secara berjamaah.

Ketiga, lSYEF juga akan membangun platform bisnis berbasis ekonomi digital dan aplikasi layanan sosiak berbasis masjid. Aplikasi ini akan menjadi upaya besar anak anak muda untuk mendorong produk ekonomi yang bermanfaat bagi kebangkitab ekonomi umat Islam di Indonesia. (Ahr)