Tentang Kami Redaksi

ICMI: Dana Haji Bukan Untuk Dibagi bagikan

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

Parlemenrakyat.com@ Ketum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mendukung pengelolaan dana haji oleh Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH). Dana haji harus dikelola secara baik melalui investasi yang aman.

"Dana haji bukan untuk dibagi bagikan. Bisa investasi. Nah, kalau mau diinvestasikan, harus yang aman. Apa yang aman? Misalnya proyek infrastruktur. Karena pemerintah pasti untung, nggak ada ruginya," ujar Jimly di kantor ICMI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, belum lama ini.

"Kalau investasi swasta, ya jangan, belum tentu untung, belum tentu rugi. Jadi infrastruktur jalan tol sudah pasti untung, soal hitungan saja itu paling aman," imbuhnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini berpendapat selama ini pengelolaan dana haji belum maksimal, sehingga adanya BPKH untuk mengelola dana haji sudah tepat. "Saya rasa masyarakat juga harus menyadari terbentuknya Undang Undang (UU) Haji dan dibentuknya BPKH itu ada maksudnya. Kenapa diatur? Karena dana haji selama ini nongkrong, tidak termanfaatkan dengan baik," ujarnya.

Jimly memandang kritik terhadap pengelolaan dana haji itu sebagai respons politis. Ia pun menganggap respons tersebut tak ada salahnya, malah bisa mendorong BPKH untuk bekerja lebih baik. "Saling mengingatkan supaya BPKH, pengurus, dan pengawasannya yang baru dilantik ini bekerja dengan kehati-hatian, dengan amanah, karena semua mata melihat mereka," tuturnya.

Lebih lanjut Jimly menuturkan BPKH akan mengelola dana haji sesuai dengan UU yang mengaturnya. Tujuan pengelolaan itu pun, kata Jimly, agar dana haji dapat tumbuh dengan baik dan bermanfaat. "Karena dana haji ini juga bukan untuk dianggurin ataupun dibagi bagikan. Nggak begitu. Pengelolaan dana haji ini supaya uangnya itu jangan sampai tidak tumbuh," ucapnya.